Tag: Kintsugi

  • Facing Uncertainty: Valuable Lessons from Courage Is Calling by Ryan Holiday and Stephen Hanselman

    In a fast-paced and uncertain world, courage is often considered a rare quality. The book “Courage Is Calling” invites us to explore the meaning of courage and how we can implement it in our daily lives. Through deep and reflective narration, we are encouraged to consider not only heroic acts, but also the small moments that require bravery in facing everyday challenges.

    1. Courage in Facing Obstacles

    One of the main themes raised in this book is the courage to confront obstacles. In this context, the author describes the struggle of Admiral James Stockdale, who endured torture at the Hanoi Hilton. Stockdale was not just a prisoner of war; he was a figure who fought for his fellow inmates, even risking his own life to stop the ongoing torture.

    This brave moment shows that courage often manifests as sacrifice. Stockdale demonstrates the importance of solidarity and collective courage in facing injustice. However, an important question arises: how can we apply this principle in our daily lives?
    Techniques for applying the principle of courage in professional and personal fields are discussed in more detail in the book…

    Read also : Sell or Be Sold by Grant Cardone

    2. Kintsugi: Embracing and Transforming Fragility into Strength

    Another fascinating concept presented in this book is kintsugi, the Japanese art of transforming broken objects into something even more valuable. In kintsugi, damage is not merely repaired, but celebrated and made a part of a new kind of beauty.
    We are invited to reflect: will we find ways to become stronger in places of fragility, or will we fall back into our old patterns that could lead to further destruction? Kintsugi teaches that moments of failure can be the starting point for a greater revival.
    Some practical steps for applying the kintsugi philosophy in daily life will be explained in detail in this book…

    Read also : The Post-Truth Business: How to Rebuild Brand Authenticity in a Distrusting World by Sean Pillot de Chenecey

    3. Focus on the Present: Reducing Fear

    Wilfred Owen, a war poet, wisely emphasized the importance of not letting our imagination take over. When we imagine all the worst possibilities, we miss the opportunity to focus on what we can do right now.
    In this context, the Stoics encourage us to stay focused on the “first impression”—what is right in front of us at this moment, rather than on unknown challenges. Reducing worry and concentrating on concrete things we can control is an important step in building resilience and courage.
    Strategies for practicing mindfulness and being present will be further outlined in our summary…

    Conclusion

    The book “Courage Is Calling” offers deep reflections on courage through real-life stories, philosophy, and art. By understanding that courage can mean fighting for others, accepting our weaknesses, and focusing on the present moment, we can develop greater resilience in facing life’s challenges.
    You have just seen the foundation. These concepts are only the tip of the iceberg of what this book has to offer. How do you apply them step by step, avoid common pitfalls, and integrate them into your strategy? All those answers are inside.

    Sign Up and Get Free Access on MentorBuku Now!

  • Menghadapi Ketidakpastian: Pelajaran Berharga dari Courage Is Calling by Ryan holiday dan stephen hanselman

    Dalam dunia yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, keberanian sering dianggap sebagai kualitas yang langka. Buku “Courage Is Calling” mengajak kita untuk mengeksplorasi makna keberanian dan bagaimana kita bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui narasi yang mendalam dan penuh renungan, kita diajak untuk mempertimbangkan bukan hanya tindakan heroik, tetapi juga momen-momen kecil yang memerlukan keberanian dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

    1. Keberanian dalam Menghadapi Rintangan

    Salah satu tema utama yang diangkat dalam buku ini adalah keberanian untuk menghadapi rintangan. Dalam konteks ini, penulis menggambarkan perjuangan Laksamana James Stockdale, yang berjuang melawan penyiksaan di Hanoi Hilton. Stockdale bukan hanya seorang tahanan perang; ia adalah sosok yang berjuang untuk rekan-rekannya, bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menghentikan penyiksaan yang terus-menerus.

    “Tied to a chair, Stockdale waddled over to the only paned glass window in the prison and broke it…”
    Courage Is Calling [1]

    Momen berani ini menunjukkan bahwa keberanian sering kali muncul dalam bentuk pengorbanan. Stockdale menunjukkan kepada kita pentingnya solidaritas dan keberanian kolektif dalam menghadapi ketidakadilan. Namun, pertanyaan penting muncul: bagaimana kita bisa menerapkan prinsip ini dalam hidup kita sehari-hari?

    Teknik penerapan prinsip keberanian di bidang profesional dan personal dibahas lebih mendalam di dalam buku…

    Baca juga : Sell or Be Sold by Grant Cardone

    2. Kintsugi: Menerima dan Mengubah Kerapuhan Menjadi Kekuatan

    Konsep menarik lainnya yang diungkapkan dalam buku ini adalah kintsugi, seni Jepang yang mengubah barang pecah menjadi sesuatu yang lebih berharga. Dalam kintsugi, kerusakan tidak hanya diperbaiki, tetapi justru dirayakan dan dijadikan bagian dari keindahan baru.

    “…the art form was created after a broken tea bowl was sent to China for repairs…”
    Courage Is Calling [1]

    Kita diajak untuk merenungkan: apakah kita akan menemukan cara untuk menjadi lebih kuat di tempat-tempat yang rapuh, ataukah kita akan terpuruk pada cara lama kita yang bisa membawa kehancuran lebih lanjut? Kintsugi mengajarkan bahwa momen kegagalan bisa menjadi titik awal untuk kebangkitan yang lebih baik.

    Beberapa langkah praktis untuk menerapkan filosofi kintsugi dalam kehidupan sehari-hari akan dijelaskan secara rinci di buku ini…

    Baca juga : The Post-Truth Business: How to Rebuild Brand Authenticity in a Distrusting World by Sean Pillot de Chenecey

    3. Fokus pada Saat Ini: Mengurangi Ketakutan

    Wilfred Owen, seorang penyair dalam perang, dengan bijak menekankan pentingnya tidak membiarkan imajinasi kita menguasai kita. Ketika kita membayangkan segala kemungkinan buruk, kita melewatkan kesempatan untuk fokus pada apa yang dapat kita lakukan saat ini.

    “It’s when we imagine everything, when we catastrophize endlessly, that we are miserable and most afraid.”
    Courage Is Calling [1]

    Dalam konteks ini, Stoics mendorong kita untuk tetap fokus pada “kesan pertama”—apa yang ada di depan kita saat ini, bukan pada tantangan yang tidak diketahui. Mengurangi kekhawatiran dan menumpukan perhatian pada hal-hal konkret yang bisa kita kontrol adalah langkah penting dalam membangun ketahanan dan keberanian.

    Strategi untuk mempraktikkan mindfulness dan berada di saat ini akan diuraikan lebih lanjut di dalam rangkuman kami…

    Kesimpulan

    Buku “Courage Is Calling” menawarkan refleksi mendalam tentang keberanian melalui kisah nyata, filosofi, dan seni. Dengan memahami bahwa keberanian bisa berarti berjuang demi orang lain, menerima kelemahan, dan fokus pada saat sekarang, kita bisa mengembangkan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.

    Anda baru saja melihat fondasinya. Konsep-konsep ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang ditawarkan buku ini. Bagaimana cara menerapkannya langkah demi langkah, menghindari jebakan umum, dan mengintegrasikannya ke dalam strategi Anda? Semua jawaban itu ada di dalam.

    Daftar dan Dapatkan Akses Gratis di MentorBuku Sekarang!